AKSES Review
Lembaga Survei Jangan Seperti Preman
Wawancara Harian Suara Merdeka, Minggu, 14 Juni 2009
MENJELANG Pemilu 2004, lembaga survei mulai tumbuh subur. Pada pemilu lima tahun itulah, presiden dan kepala daerah dipilih langsung oleh rakyat. Sekarang, makin banyak saja lembaga survei. Anehnya, banyak pula yang “saling serang”. Mengklaim diri paling tepat dan menilai lembaga survei yang lain tidak akurat. Kenapa itu bisa terjadi? Apakah karena lembaga-lembaga tersebut lahir dari pesanan? Berikut wawancara dengan M. Hermawan Eriadi, Direktur Eksekutif Akses Research Indonesia.
SMS Center Sebagai Alat Kampanye Pemilu
AKSES Research Indonesia sebagai lembaga survei dan riset telah melakukan studi tentang efektifitas alat dan metode kampanye yang efektif. Waktu yang cukup singkat bagi para caleg untuk mensosialisasikan diri, sekaligus menyerap aspirasi masyarakat pemilih menyebabkan intensitas interaksi menjadi sangat terbatas. Padahal, suara terbanyak sebagai syarat masuknya caleg sebagai anggota legislatif menharuskan para caleg berinterasi secara intens dan dialogis dengan masyarakat.
Untunglah, sekarang telah ada teknologi komunikasi dan informasi, khususnya seluler, yang dapat dimanfaatkan sebagai sarana komunikasi dengan masyarakat pemilih. Sebagian survei dan penelitian tahun yang lalu menyebutkan tingkat penetrasi handphone di Indonesia belum mencapai 50%. Namun, angka 50% diperoleh dengan membandingkan pengguna seluler terhadap seluruh penduduk. Bukan hanya penduduk dewasa saja.
Akreditasi Lembaga Survey: ’KPU Sangat Berlebihan’
Berikut ini adalah liputan dari Vivanews.com (berita online dari Rakyat Merdeka) tentang respon saya menanggapi peraturan KPU soal pengaturan Lembaga Survei yang sangat ribet dan over. Berita aslinya ada di http://vivanews. com/news/ read/13233 -_kpu_sangat _berlebihan_. Dimuat tanggal 3 Desember 2008 yang lalu.
Akreditasi Lembaga Survey: ’KPU Sangat Berlebihan’
KPU dianggap tidak mewakili otoritas keilmuan dan kompetensi di bidang riset opini publik.
Berita Terbaru
Menkominfo Ajak Caleg Kampanye di Blog dan SMS
JAKARTA, TRIBUN - Pemerintah akan mendorong bagi para calon anggota legislatif (caleg), pemimpin daerah serta presiden dan wakil presiden untuk melakukan kampanye dengan memanfaatkan teknilogi informasi dan komunikasi (TIK).
Lembaga Survei AKSES di Koran Kontan
Lembaga Survei diliput oleh Koran Kontan pada tanggal 15 Oktober yang lalu, AKSES Research Indonesia turut diwawancarai. Bahkan memperoleh porsi liputan yang besar, dikutip dalam highlight halaman atas. Karena Koran Kontan sudah menjadi koran online, pada tanggal 15 itu kita bisa lihat secara langsung. Tapi sayangnya, tidak ada arsip secara online pula. Jadi untuk mengekalkan liputan ini, saya salin dalam bentuk teks. Berikut isi lengkapnya..
Rezeki Pemilu 2009: Menghitung Laba Bisnis dari Lembaga Survei
Kontan, 15 Oktober 2008, hal 16.
“Validitas data dapat membangun kepercayaan pengguna.” M. Hermawan Eriadi, Direktur Eksekutif Lembaga Survei AKSES.
26 Januari KPU Melaksanakan Rapat Pleno Rekapitulasi Penghitungan Manual
TIGARAKSA,--KPU Kabupaten Tangerang akan melaksanakan rapat pleno terbuka rekapitulasi penghitungan manual Pemilu Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah Kabupaten Tangerang tahun 2008 pada hari Sabtu (26/01) pukul 10.00 WIB bertempat Gedung Serba Guna (GSG) Pemerintah Daerah Kabupaten Tangerang di Tigaraksa.
(sumber: http://www.kpukabtangerang.org)
Artikel Terbaru
Ilmu Komunikasi Politik
Ilmu Komunikasi PolitikOleh: Syaiful Bahri
Definisi Ilmu Komunikasi Politik
Komunikasi politik dapat didefinisikan dengan berbagai cara, dikaitkan dengan banyak hal, dan dilihat dari berbagai macam sudut pandang. Sebagaimana yang diungkapkan Mc Nair (2003) dalam bukunya Introduction to Political Communication, ia menulis bahwa:
Setiap buku tentang komunikasi politik harus dimulai dengan pernyataan bahwa istilah komunikasi politik sulit untuk didefinisikan secara tepat, kelihatannya sederhana karena dua kata dalam frase tersebut terbuka untuk didefinisikan bermacam-macam.